Sunday, September 22, 2019

Mengungkap Historical Kehidupan Pada Gedung Balai Pemuda Sebagai Cagar Budaya yang Kini Menjadi Pusat Wisata Kekinian Surabaya

Mengungkap Historical Kehidupan Pada Gedung Balai Pemuda Sebagai Cagar Budaya yang Kini Menjadi Pusat Wisata Kekinian Surabaya


Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indobesia dengan kependudukan lebih dari dua juta jiwa setelah Jakarta. Daerah metropolis ini pun memiliki banyak sekali nilai-nilai sejarah, di mana terlihat jelas historis kota Pahlawan ini melalui monumen, gedung, jembatan, stasiun, dan masih banyak lagi tempat-tempat yang menjadi saksi bisu akan perjuangan Arek-Arek Suroboyo pada masa penjajahan.

Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh sebagai bukti kebenaran atas kenangan pahit yang ditorehkan kolonial Belanda yakni gedung Balai Pemuda. Balai Pemuda tak hanya memiliki nilai sejarah, namun menjadi ruang publik kota Surabaya sejak zaman Belanda sampai sekarang. Pada saat ini pun gedung tersebut terdaftar sebagai cagar budaya yang dilestarikan dan dikembangkan oleh pemerintah.

Mengungkap Historical Kehidupan Pada Gedung Balai Pemuda Sebagai Cagar Budaya yang Kini Menjadi Pusat Wisata Kekinian Surabaya, sumber foto Holidify


Gedung Balai Pemuda bisa kamu jumpai di Jln. Gubernur Suryo Nomor 15 Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi bangunan bersejarah ini tepatnya terletak di persimpangan jalan antara Jalan Pemuda, Yos Sudarso, dan Gubernur Suryo, dengan demikian orang-orang pun mudah berkunjung ke sana memakai moda transportasi darat, baik itu kendaraan roda empat ataupun roda dua.

Sejarah Awal Mula De Simpangsche Societeit Surabaya


Pada mulanya, gedung ini dibangun sebagai tempat hiburan khusus kaum elite Belanda untuk melepas penat. Gedung yang dahulunya bernama De Simpangsche Societiet karena masa itu bangunan tersebut berada di Jalan Simpang atau Simpangstraat sehingga disebut Simpangsche Societiet (Simpangsche Club).

Dan karena kala itu, Simpangsche Societeit tak hanya ajang hura-hura malam para kompeni. Namun berubah fungsi menjadi tempat kumpulnya orang Belanda yang memiliki paham rasialis. Di tempat itulah mereka mendirikan perhimpunan Vaderlandsche Club. Karena itu, gedung ini jadi salah satu societeit termasyhur yang dibuat oleh Belanda saat itu. Demikian musabab gedung ini diberi nama Simpangsche Societiet.

Selain itu, di sana para Meneer¹ dan Mevrouw² bangsa Belanda dan Eropa, mereka menikmati gemerlap kehidupan malam dengan mengadakan pesta dansa. De Simpangsche Societiet juga menjadi tempat mereka bermain bowling, ataupun sekadar minum teh bersama.

Pada bagian ruang makan De Simpangsche Societeit terdapat meja makan yang biasanya diisi dengan beragam makanan. Di situ orang Belanda akan makan sembari menikmati alunan musik piano dan cello. Beberapa meja makan, piano serta barang yang lain kini menjadi koleksi Museum Suarabaya.

Pada masa penjajahan Belanda, rakyat pribumi dilarang masuk maupun menginjakkan kaki di area bangunan ini. Apalagi dengan adanya tulisan yang terpampang di depan gedung yaitu "Verboden Voor Honden En Inlander" artinya dilarang bagi orang pribumi dan anjing. Tulisan itu pun masih utuh hingga kini.

Kalaupun ada orang pribumi berada di sana, sebagian besar adalah seorang petinggi negara yang mempunyai pengaruh serta jabatan, selebihnya hanya dijadikan pelayan. Hal ini tentu menyakiti hati rakyat atas deskriminasi yang dilakukan bangsawan Belanda, terutama tulisan yang dipajang depan gedung.

Arsitektur De Simpangsche Societeit


De Simpangsche Societeit didirikan pada tahun 1907 oleh Wakan Westmaes, seorang arsitek terkenal Surabaya pada masanya. Gedung rancangan Westmaes ini bergaya eklektisme, di mana bentuk kubah pada atap merupakan ciri-ciri aliran gothic, lalu dibagian bracket dan gevel yang membungkus kubah menggunakan gaya vernakuler Belanda dan garis lurus horisontal pada dinding sering ditemui itu memakai aliran Renaissance.

Agar sentuhan pola serta bentuk yang plastis dan melengkung tidak mendominasi pada bangunan, jadi perlu menghadirkan bentuk lugas untuk menyeimbangkan, misalkan pola garis diagonal di ventilasi kaca. Ketelitian Wetmaes terlihat dalam ornamen pintu dan kaca ventilasi pada bangunan tersebut.

Bangunan De Simpangsche Societet mempunyai karakteristik kuat daripada bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda lainnya. Bila diamati secara detail, gedung ini memiliki dua menara tampak bulat. Berbeda dengan bangunan warisan Belanda lain yang rata-rata memiliki menara simetris. Menara atau kubah pada gedung ini letaknya terpisah.

Perubahan Nama dan Kegunaan Balai Pemuda dari Masa ke Masa


Di masa kekuasaan Jepang, gedung ini menjadi pelesiran oleh para opsir Jepang. Dan pada waktu itu, larangan pribumi masuk ke bangunan tersebut sedikit demi sedikit dihapus. Namun, sejak itu pula Jepang melegalkan prostitusi masuk ke Balai Pemuda. Banyak pemudi yang dipekerjakan di sana dengan alasan akan disekolahkan ke negeri sakura, Nippon.

Setelah kemerdekaan, Balai Pemuda berubah menjadi pusat organisasi ataupun kegiatan pemuda pejuang yang tergabung di PRI yakni akronim dari Pemuda Republik Indonesia. Ketika pertempuran 10 November 1945 gedung ini dijadikan markas besar oleh PRI. Di depan markas, puluhan prajurit Jepang yang tidak bersenjata diturunkan dari bus yang ditumpangi kemudian bus di sita.

Pada tahun 1950 sewaktu Indonesia telah merdeka, pemuda atau arek-arek Suroboyo masuk ke kota dan De Simpangsche Societeit dikuasai oleh Penguasa Militer Provinsi Jawa Timur, kala itu KMKB Surabaya yang menjadi pelaksana Penguasa Militer Surabaya.

Dalam serangkaian perencanan untuk pembebasan Irian Barat, gedung tersebut beserta semua inventaris oleh Penguasa Militer Provinsi Jawa Timur menyerahterimakan untuk Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Surabaya. Di sini yang bertindak sebagai Penguasa Militer Daerah Provinsi Jawa Timur ialah Panglima Tentara Teritorium V/Brawijaya selaku orang yang berkuasa atau Penguasa Militer di Daerah Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 10 Desember 1957.

Pada tahun itu juga, Pemerintah Daerah ingin melakukan pendayagunaannya terhadap Balai Pertemuan Umum dengan mengganti nama gedung tersebut menjadi Balai Pemuda. Ya, De Simpangsche Societeit telah berubah nama yakni Gedung Balai Pemuda ketika 1957. Hal ini dilakukan agar menumbuhkan rasa nasionalisme terutama bagi masyarakat Surabaya pada waktu itu.

Khususnya untuk masyarakat Surabaya, gedung ini merupakan tempat yang tak asing, sebab fungsi gedung tersebut untuk menyelenggarakan berbagai acara yang berhubungan dengan kegiatan kesenian, kepemudaan, pertemuan umum, rapat, seminar, pameran dan lainnya, juga sekaligus menjadi Pusat Informasi Wisata Surabaya (Surabaya Tourism Infromation Centre).

Pada saat terjadi peristiwa Gerakan 30 September yang di lakukan PKI atau yang lebih dikenal dengan G30S/ PKI tahun 1965, Balai Pemuda menjadi saksi kegiatan para pemuda yang tergabung di Front Pemuda. Kala itu Balai Pemuda dijadikan markas Front Pemuda, KAPPI dan KAMI. Lalu, di tahun1966, Balai Pemuda bergejolak disebabkan adanya dugaan para seniman di gedung tersebut yang mempunyai paham yang berbeda dengan ideologi Pancasila.

Ketika masa pemerintahan Orde Baru, Gedung Balai Pemuda dijadikan sebagai kantor pemerintahan serta perkantoran swasta, karena sebagian pengurusannya diserahkan kepada pihak swasta. Kini Balai Pemuda menjadi bangunan cagar budaya yang penuh akan kisah sejarah di kota pahlawan ini.

Pemerintah Kota Surabaya pun terus mengupayakan agar tempat ini menjadi ruang kreativitas bagi pemuda Surabaya. Oleh sebab itu pemerintah setempat membangun underpass di bawah Balai Pemuda, bertujuan supaya para pemuda Surabaya dapat melakukan pementasan budaya.

Fasilitas Gedung Balai Pemuda yang Diberikan Secara Gratis


Langkah pasti Pemkot Surabaya dalam memberdayakan dengan mengubah fungsi dari Balai Pemuda ialah membuat fitur Rumah Belajar, misalnya Perpustakaan, Rumah Matematika, dan Rumah Bahasa. Dengan fitur ini diharapkan para warga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.

Rumah Matematika


Tentunya ruangan ini dimanfaatkan warga sekitar sebagai ruang belajar. Fasilitas yang terdapat di Rumah Matematika dibuat senyaman mungkin, metode pembelajarannya pun dikemas secara menarik, dengan begitu para pengguna dapat menyerap pelajaran dengan mudah serta menyenangkan. Rumah matematika ini disediakan untuk pelajar SD sampai SMP.

Rumah Bahasa


Ruangan ini diresmikan Februari 2014, salah satu fitur Rumah Belajar ini dibangun untuk memfasilitasi para warga supaya mampu berbahasa asing dengan baik. Kelas bahasa yang disediakan di sini yakni bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Perancis, Jerman, Thailand, Arab, Belanda, Korea, Rusia, Jawa, dan Indonesia.

Untuk kelas bahasa peminatnya mengalami progres yang cukup menonjol, dikarenakan masyarakat yang belajar kelas ini tak dipungut biaya alias geratis bagi warga kota Surabaya. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga terutama untuk supir bus, supir taxi, becak dan para pelajar.

Rumah Bahasa buka tiap hari kecuali di hari libur nasional. Tak hanya menyediakan sarana belajar bahasa asing, Rumah Bahasa pun memberikan konsultasi pada bidang Koperasi serta UMKM, investasi, perdagangan maupun jasa, ketenagakerjaan, informasi dan teknologi. Di sini juga disediakan buku-buku dengan tema ekonomi, bahasa, dan traveling.

Perpustakaan Umum


Perpuatakaan yang merupakan bagian dari fitur Rumah Belajar ini diresmikan pada Mei 2014. Perpustakaan Umum kota Surabaya dibuka tiap hari sampai pukul sembilan malam, namun tutup di hari libur nasional. Semua orang bisa untuk menjadi anggota perpustakaan ini, kamu pun bisa mendaftar diri dan itu gratis.

Beragam koleksi buku tertata apik dan rapi di sana, contohnya buku management, pertanian, ekonomi, sejarah, agama, arsitektur dan interior, kerajinan tangan, psikologi, etika, komputer, kesehatan dan kedokteran, buku pelajaran, komik dan novel.

Di Perpustakaan disediakan pula ruang khusus bagi anak-anak yaitu Children Library dan Children Play Land, BI Corner dan Korean Corner. Biasanya di siang hari Perpustakaan Umum ini ramai didatangi oleh para pelajar sepulang sekolah. Mereka di sana dibimbingan belajar secara gratis untuk pelajaran Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan Bahasa Indonesia.

Kegiatan lain Perpustakaan Umum ini yaitu wisata buku. Nah, Dears, kegiatan wisata buku di sini merupakan kegiatan untuk mengenalkan serta menginformasi mengenai Perpustakaan yang ada di Balai Pemuda dan manfaatnya ke anak-anak. Banyak kegiatan positive-nya, kan!

Langkah Pemkot Surabaya untuk mendayagunakan Balai Pemuda tak hanya dengan membangun fitur-fitur Rumah Belajar, Pemkot Surabaya pun membuat plaza yang dimana diperuntukan pementasan seni dan budaya oleh para pemuda, seperti halnya menari, melukis, dan juga bermain.

Jadwal tampilan kesenian secara rutin di Gedung Balai Pemuda antara lain ada performance ludruk, wayang orang, ketoprak, dan srimulat. Kabar baiknya lagi ada pula program beasiswa dan pelatihan kerja untuk anak-anak muda Surabaya. Kawasan ini pun memiliki air mancur serupa dengan di Balai Kota Surabaya.

Mengutip humas.surabaya.go.id Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, "Ke depan, revitalisasi Gedung Balai Pemuda akan terus dilakukan sesuai rencana. Setiap langkah dijalankan dengan semangat dalam memberi layanan terbaik bagi warga kota. Harapan kami masyarakat ikut berpartisipasi menghidupkan Balai Pemuda dengan memanfaatkan gedung tersebut untuk pengembangan diri,"

Juni 2009 Pemerintah Surabaya melakukan kerja sama dengan House of Sampoerna ( PT Sampoerna ) mengadakan Surabaya Heritage Track Bus yakni rute bus wisata cagar budaya secara cuma-cuma, pada rute bus terdapat Balai Pemuda. So, Dears, kalau kamu jalan-jalan ke Surabaya bisa coba bus satu ini.

Tak hanya Surabaya Heritage Track Bus, ada juga bus Surabaya Shopping and Culinary. Pada November 2013, Pemerintah Surabaya mengoperasikan bus wisata dengan rute Balai Pemuda, Balai Kota Surabaya, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Masjid Ampel, lTC Surabaya, Jln. Walikota Mustajab, Ketabang Kali, Simpang Dukuh, Balai Pemuda.

Dan sejak Maret 2015 rute baru mulai berlaku, tempat yang dilalui ialah Balai Pemuda, Balai Kota, Taman Ekspresi, Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan, Museum BI, Jembatan Merah Plaza. Dears, bila kamu ingin merasakan berkendara dengan bus ini kamu cukup keluarkan biaya Rp 7.500.- per orang untuk satu kali perjalanan.

Gedung Balai Pemuda yang telah lama dijadikan ruang publik saat Belanda menjajah Ibu pertiwi hingga kini, sesungguhnya bangunan ini merupakan saksi kehidupan masyarakat Surabaya atas sejarah yang ditorehkan dari waktu ke waktu. Pada awalnya bangunan ini adalah tempat khusus hiburan kompeni Belanda.

Kemudian setelah Indonesia merdeka gedung tersebut beralih fungsi sebagai markas organisasi kepemudaan serta politik. Sampai akhirnya Gedung Balai Pemuda menjadi tempat bagi masyarakat setempat untuk pengembangan seni, sumber informasi pariwisata bagi wisatawan, perpustakaan, pendidikan bahasa, ruangan pameran dan masih banyak lagi kegunaan Balai Pemuda lainnya.

Disamping menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Surabaya, gedung ini banyak dimanfaatkan warga Surabaya atas fasilitas dan fitur-fitur yang ada di sana. Kesemua hal itu tentu karena adanya andil besar Pemerintah Surabaya yang mendayagunakan serta merawat Balai Pemuda terutama dalam hal memberi manfaat bagi masyarakat Surabaya.

Dan sangat diharapkan semua bangunan cagar budaya yang terdapat di seluruh Indonesia bisa dirawat dengan baik dan digunakan sebagai ruang publik yang mampu memberi kesejahteraan rakyat.

Keterangan; 
Meneer "tuan"
Mevrouw "nyonya"

#ODOP day 9
#Estrilook Community

2 comments: