Saturday, May 18, 2019

5 Tips Ampuh Menahan Diri Ketika Ramadan dari Emosi dan Amarah

5 Tips Ampuh Menahan Diri Ketika Ramadan dari Emosi dan Amarah


Ramadan bagi kaum muslim merupakan bulan istemewa, di bulan Ramadan semua kaum muslimin dan muslimat yang beriman akan melaksanakan puasa selama satu bulan lamanya. Hakikatnya puasa yang dilakukan tak hanya mehan lapar dan haus saja, namun kita diwajibkan untuk mehan diri dari emosi dan Amarah. Karena hal itu akan membatalkan puasa.

Kenyataannya menahan emosi sehari-hari saja sudah sulit, apalagi menahan emosi dan amarah ketika sedang berpuasa. Pasti ada saja kejadian atau hal-hal yang membuat emosi sampai ke ubun-ubun dan mulut ingin mengeluarkan kata-kata kasar, sumpah serapah, bahkan penghuni penhuni kebun binatang pun tak luput dari daftar makian.

aliaarf.com
Namun Dears, salah satu syarat supaya puasa kita dikatakan sempurna ialah dengan sabar menahan diri dari emosi dan amarah. Nah, Kira-kira kalau kamu berada pada posisi yang memancing emosimu apa yang akan kamu lakukan? Kalau ikutan emosi puasanya batal dong! Diem aja, seriously kuping dah kepalang merah mulut pun tak jua bisa menahan sumpah serapah! Terus mesti bagaimana Gaess??

Nah, Dears supaya puasa kamu tetap lancar dan terhindar dari ledakan emosi dan amarah, simak beberapa tips di bawah ini.

Tips Menahan Diri Ketika Ramadan dari Emosi Saat Puasa


Jangan Terlalu Serius, Buatlah Suasana Humoris

Selama berpuasa, buatlah suasana ceria dengan candaan dan humor, hal ini dimaksudkan agar dapat membantumu menghadapi dari kemungkinan bisa menyulut emosi. Hindarilah bacaan ataupun tontonan gosip dan masalah-masalah yang berkaitan dengan kebencian, agar ibadah puasa kamu tetap sah tanpa tersulut emosi serta amarah.

Menghindari Situasi yang Dapat Membakar Emosi

Dears, pasti kamu tahu benar situasi serta kondisi apa saja yang berpotensi membuat kamu cepat meledak. Maka hindarilah situasi-situasi yang hanya akan memicu marahmu. Misalkan, jika kamu tahu kalau kamu akan marah saat sedang terburu-buru, sebaiknya kamu persiapkan dan selesaikan segala perkerjaan atau hal-hal lainnya lebih cepat dari yang seharusnya.

Contoh lain yang paling sering memancing emosi ialah terjebak dalam kemacetan, jadi jika kamu akan dibuat kesal oleh kemacetan jalanan di ibukota. Oleh karena itu pastikan kamu keluar rumah lebih awal sekitar 15-30 dari biasanya, dengan begitu kamu tidak akan terlambat sampai tujuan.

Dengan antisipasi kecil seperti ini, kamu bisa menghindari situasi yang menyebalkan dan puasa pun berjalan dengan lancar tanpa harus marah-marah kan Gaess.

Melatih Diri Agar Tetap Rileks

Melatih diri untuk tetap rileks bisa menjadi tips menahan emosi yang sangat berguna bagi orang yang temperamental. Terdapat banyak cara supaya membuat dirimu tetap rileks, seperti dengan melakukan teknik pernapasan dalam. Begitu sudah mulai ingin mengeluarkan kata-kata kasar karena emosi. Maka segera pergi ke tempat yang sepi dan nyaman untuk duduk ataupun berbaring.

Selanjutnya, cobalah untuk kosongkan pikiranmu sambil tetap bernapas normal seperti biasanya dan letakkan tanganmu di atas perut. Cobalah untuk mengambil napas perlahan lewat hidung, biarkan dada serta perut bawah mengembang hingga kamu merasa tanganpub ikut naik. Biarkan perut mengembang sampai mencapai kapasitas maksimalnya. Tahan napas selama beberapa menit, lalu buang secara perlahan lewat mulut. Seharusnya, kamu pun akan merasa tangan ikut perlahan turun. Ulangi beberapa menit.

Selama kamu bermeditasi, coba untuk pikirkan hal-hal yang menyenangkan dan kata-kata yang penyemangat atau motivasi. Kamu juga bisa mengalihkan amarahmu dengan tidur, jalan santai, atau mendengarkan musik.

Olahraga

Melakukan olahraga memang penting terutama untuk menjaga kebugaran tubuh ketika puasa. Selain itu, olahraga disaat puasa bisa menjadi cara tepat untuk menahan diri ketika Ramadan dari emosi dan amarah yang keluar. Karena olahraga mampu melibas hormon stres kortisol dalam tubuh dan menggantikan hormon tersebut dengan hormon bahagia serotonin. Dengan begitu, emosi dan amarah ketika puasa jadi bisa sedikit dikendalikan.

Ikhlas untuk Memaafkan

Ketika emosi dan amarah telah mencapai puncaknya dan tak bisa terbendung lagi, kuncinya ialah melatih dirimu agar menjadi orang yang pemaaf, sabar, dan lapang dada. Jika kamu membiarkan amarah dan perasaan negatif yang lain menguasai dirimu, hal-hal positif lainnya akan berkurang. Tak jarang, sehari-hari dan bahkan pada bulan puasa, kamu akan jadi orang yang menyebalkan dan moody.

Upayakan untuk mencoba tanamkan di pikiran mu kalau menjadi orang yang pemaaf itu lebih baik daripada dikenal sebagai orang yang emosional. Selain dapat menghindarkan diri dari dampak buruk tertentu, dengan memaafkan bisa menambah pahala dan ibadah puasa yang kamu jalani terjamin pada bulan yang penuh rahmat ini.

Dears, jangan biarkan amarahmu menghanguskan segala amalan-amalan kebaikan yang telah kamu kerjakan. Insya Allah dengan tips-tips di atas dapat meredam atau bahkan menghilangkan emosimu. Menahan diri ketika Ramadan dari emosi dan amarah bukanlah perkara mudah, tapi jika kamu berusaha untuk mengontrolnya pasti ada perubahan walaupun sedikit yang terpenting usahakan untuk konsisten.

No comments:

Post a Comment